Kammi bersahabat

Persahabatan Kammi UIN Walisongo dengan EGM lain di Kampus. Mantab!

Kammi dan Pak Gubernur

Manifesto Reformasi memperingati 108 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, bersama Pak Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah

Ketua Kammi Komisariat UIN Walisongo

Pelantikan Ketua Kammi UIN Walisongo oleh Akh Zakaria, Sekjen KAMDA Semarang

Aksi Kammi

KAMMI Semarang adakan aksi di Gedung Gubernuran menyampaikan aspirasinya

Kammi siap berjuang

Aktivis Dakwah Kammi yang siap tuntaskan perubahan

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Desember 2017

TIPS GOKS



TIPS  GOKS berkawan walau kamu lagi benci bencinya sama dia

Sebuah kehidupan baik berumah tangga atu berumah kos, pastilah menemukan banyak sekali konflik. Ketidaksepakatan. Masalah. Hasil yang tak sesuai haparan. Jealous

Kita telah bersepakat bahwa penyesalan muncul di akhir. Iya tho? Seringkali kita akan kembali tertawa saat mengingat apa sebab sebab kita berkonflik. Lucu sekali. Hal hal sepele yang kita sendiri malu, bahkan bertanya “kok aku kayak gitu banget ya dulu?”. Ya semacam kamu ambil stok indomie terakhirnya, atau pinjem motor kembali dalam keadaan tangki kosong atau kamu gak sengaja lihat dia chat sama orang yang kamu sukai. Plis deh.

Tapi ingat, tips ini hanya buat menyambung hubungan pertemanan dan persahabatan. Kalau buat hubungan pacar yang samar-samar cenderung bid’ah, jangan deh. Tidak direkomendasikan.

Pertama, tetaplah menyapa dan tersenyum. Berat rasanya dalam kondisi bermusuhan tapi kudu melakukan itu. Makin susah kalau ternyata kalian ada dalam satu organisasi, kelas, kelompok belajar, atau bahkan satu kamar. Piye jal? Kamu harus terus pertahankan sapaan salammu dan simpul senyummu. Gitu. Kalau kamu tak melakukan itu, beuuuh, makin berantakan hubungan kau. Muncul terus tuh prasangka, perasaan benci. Padahal aslinya kalian sama sama berpikiran, “kenapa ya kok kita jadi benci gini. Mau nyapa kok jadi gak enak”. Asli deh, kalian lagi sama sama bingung gimana memulai hubungan ini kembali. 

Kedua, ulurkan tanganmu, dan katakan “aku minta maaf ya”. Tips apaan ini? Eittss, tunggu dulu. Kamu pernah coba nggak? Emang sih, pasti kitanya sendiri yang merasa gak salah apa-apa. Lha wong kita juga dalam keadaan marah, benci, pastinya kita pun ada egoisme merasa paling tidak salah. Jangan gitu lah. Jadilah yang pertama minta maaf, walau kamu juga bingung salahmu dimana.

Ketiga, take a walk. Jalan kaki. Tapi kalau mau pake motor ya mangga aja. Jalan-jalan bikin kamu rileks dan memiliki banyak waktu untuk memikirkan dosamu itu. Dalam perjalananmu itu, cobalah kamu bicara sama dirimu sendiri. Lontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana, yang akhirnya kamu jawab sendiri. Efek akan lebih terasa bila dilakukan dengan jahr alias bukan dalam hati. Beneran. Kayak orang baca teks drama gitu. Misal “kenapa ya kok aku benci sama dia?”, “tapi emang dianya yang salah sih”, “atau akunya ya? Coba aku ingat salahku dimana.”, “trus kok tadi aku sampai gak ngomong gitu sih. Melu deh.”, “jadi lucu ingat hal tadi. Padahal dulu kita sering jalan-jalan bareng”, “kalau nanti ketemu, aku mau ngomong apa?” 

Keempat, coba siapkan waktu yang paling baik menurutmu, pergilah ke suatu tempat makan terbaik yang masih sesuai dengan kantongmu, dan traktirlah ia dengan menu maksimal yang bisa kau beli. Emang sih, tips ini agak berat. But, just try it. Ingat, ini bukan dilakukan setelah kalian baikan. Bukan. Tapi masih dalam kondisi sangat membenci, klimaksnya. Maka paksalah dirimu buat melakukan itu dan rasakan keajaiban yang terjadi. Heuheu.

Berikut adalah hal yang harus dihindari. Curhat tentang kebencianmu ini kepada teman. Loh kok? Gini gini, akan berbahaya bila kamu salah bercerita pada orang yang salah. Curhat tentang permasalahan bilateral semacam ini dikhawatirkan akan merembet pada banyak masalah lain. Entah ternyata orang yang kita curhati punya hubungan tertentu dengan masalah itu yang malah bikin tambah masalah, atau tanpa sengaja ‘niat membantu kawan curhatmu’ itu malah makin merusak hubungan. Lah terus siapa orang yang benar? Itu dia. Itu yang sulit dicari. Karena orang yang sangat kita percaya pun bisa saja lalai dan tanpa sengaja membuat masalah bertambah. Toh juga kebencian itu juga paling-paling cuma beberapa menit aja. Gak perlu lah sampai cerita-cerita. Tetep kalem bro. Mending dibikin novel aja.

Curhat kepada orang lain juga berisiko kita melakukan hal teramat kriminal, yaitu ghibah. Ih ngeri beud. Itu gak sadar kamu lakuin loh. Kondisi marah, pengen cerita, eh malah kamunya yang ngejelek-jelekin orang lain. Bahkan aib yang gak ada kaitannya sama masalah tersebut juga kamu umbar. Astaghfirullah.

Kelima, nih yang paling mujarab. Eh, masih ada yang kelima ya? Hehe. Curhatlah sama Allah. Wuiiss, emang langsung sembuh marahnya? Wes lah, coba aja dulu. Kamu sampaikan keluh kesahmu. Tambah juga dzikir dan doa. Malah banyakin doa kebaikan buat orang yang kau benci itu. Bener-bener doa yang baik loh. “ya Allah, berikanlah hidayah kepadanya dengan kau timpakan musibah yang bisa bikin dia sadar.” Jangan gitu doanya. Tapi gininih “ya Allah, aku juga gak tahu kenapa dia benci sama aku hari ini ya Allah. Berikan dia rezeki yang banyak dan berkah dengan Maha Pengasih mu. Bisa saja dia marah gara gara lapar ya Allah.” Ini boleh lah. Plus, mendekatlah diri pada Allah. Dia lah yang sejatinya memiliki perasaanmu dan dia. Asiiik.

Begitulah


Abdul Aziz
Manusia yang tersenyum dalam Kegalauan

Kamis, 21 September 2017

Urgensi Menutup Aurat bagi Muslimah dan Manfaatnya untuk Kesehatan



   
 Kita hidup di sebuah masa ketika mempertahankan islam layaknya menggenggam bara api, panas dan gerah, bahkan seolah melukai diri sendiri. Hal ini disebabkan masyarakat justru berlomba-lomba tidak bersesuaian dengannya. Karena itu setiap yang menggenggam islam akan dirasa aneh, diasingkan dan dianggap abnormal. Bagi wanita perasaan ini mungkin berkali-kali lipat. Mungkin karena wanita memang mahluk perasa, ditambah konsekuensi wanita saat menjadi muslimah terlihat secara nyata dan signifikan.
Pengorbanan wanita yang teguh dengan islam jelas lebih sulit pada zaman ini (re: akhir zaman). Penulis sangat salut pada wanita-wanita yang mengutamakan ridha Allah daripada anggapan manusia, yang saat ini kebanyakan mengukur kedudukan dari aurat yang justru terbuka. Islam bukan memandang manusia berdasarkan kasta, harta, dah tahta. Islam menilai manusia dari ketakwaannya. Seorang wanita dipandang mulia bukan kare harta, kasta dan tahtahya, melainkan dari kadar ketaatannya yang mencerminkan ketaqwaannya.
Wanita sangat erat kaitannya dengan aurat. Apakah yang dimaksud aurat? Secara makna syariat, aurat adalah bagian tubuh yang haram dilihat, oleh karena itu harus ditutupi. Banyak pendapat ulama’ tentang bagian mana saja aurat wanita. Kebanyakan ulama’ berpendapat bahwa aurat wanita adalah semua bagian tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya. Dalam Q. S. Al-Ahzab ayat: 59, disebutkan: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.
Sumber lain (Hadist) juga disebutkan bahwa Aisyah r. a. meriwayatkan, suatu waktu  Asma binti Abu Bakar datang menemui Rosulullah SAW dengan mengenakan pakaian tipis. Tatkala melihatnya, Rosulullah Saw memalingkan wajahnya lalu bersabda: “Wahai Asma’! sesungguhnya wanita apabila sudah baligh, tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan ini (Beliau menunjuk ke wajah dan telapak tangannya” (HR. Abu Dawud).
            Dari kedua sumber (Al-Qur’an dan hadist) dapat dikatakan bahwa menutup aurat bagi muslimah hukumnya wajib. Bagian yang tertutup adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dalam menutup aurat bagi muslimah juga tidak bisa sembarangan asal menutup, tetapi harus benar-benar syar’i atau biasa disebut dengan hijab (sesuai syariat Islam)(Felix, 2014). Pakaian yang dikatakan sebagai pakaian syar’i yang menutup aurat memiliki beberapa syarat, antara lain: pakaian tersebut lebar, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak menerawang (tebal), mejulur ke bagian yang dianggap aurat (tidak dililitkan), dan warnanya tidak mencolok. Jenis pakaian syar’I atau hijab bagi muslimah ini biasanya terdiri dari kerudung atau khimar (menutup hingga bagian dada), gamis atau pakaian potong (baju atasan dan rok),dan  kaos kaki.
            Menutup Aurat bagi muslimah tidak hanya bisa melindungi dirinya dari panasnya api neraka, tetapi juga melindungi dirinya dari gangguan-gangguan di lingkungan luar. Ada fakta menarik yang ini bisa meyakinkan kita betapa pentingnya jilbab bagi kaum hawa. Berikut ini ada pendapat dari para peneliti yang menerangkan:
1.    Kulit wajah wanita lebih tipis daripada laki-laki sehingga lebih berisiko pada kanker kulit
2.    Ternyata untuk menyerap sinar matahari yang cukup dan baik untuk kesehatan cukup dari wajah dan telapak tangan.
3.    Untuk menyaring UV C pakaian sudah menutupi seluruh bagian tubuh dan untuk wajah dan telapak tangan cukup dengan tabir surya pada saat sinar matahari mulai panas sekitar jam 10 pagi sampai jam 4 sore.
Dari pendapat diatas dapat menjelaskan bahwa betapa pentingnya seorang wanita untuk menutupi kulit tubuhnya. Manfaat jilbab bagi kesehatan membantu wanita melindungi kulitnya yang tipis. Bahkan hebatnya, dengan jilbab seorang wanita tidak akan kehilangan manfaat sinar matahari yang dibutuhkan tubuh. Dengan demikian artinya, desain jilbab sudah sangat menyesuaikan kebutuhan perlindungan seorang wanita (Anonim, 2015).
Sumber:
Siauw, Felix Y. 2014. Yuk Berhijrah. Bandung: Mizan.
Anonim. 2015. 10 Manfaat Berjilbab Bagi kesehatan Wanita. https://manfaat.co.id/manfaat-jilbab-bagi-kesehatan. diakses pada Kamis, 21 September 2017.